Beranda » Berita » D’OZONE Produk Unggulan Teaching Industry UNDIP

D’OZONE Produk Unggulan Teaching Industry UNDIP

T Diposting oleh pada 3 October 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 341 kali

Semarang, Peresmian Teaching Industry Universitas Diponegoro Semarang Sabtu, 23 September 2017 lalu membawa Generator  D’OZONE sebagai produk unggulan. Peresmian itu ditandai dengan dibukanya selubung TEACHING INDUSTRY oleh MENRISTEKDIKTI, Dr. Mohamad Nasir, Msi, Ak, Ph.D.  D’OZONE yang di produksi dan didistribusikan oleh PT. DIPO TECHNOLOGY Semarang, telah melalui uji laboratorium CPR (Central for Plasma Research) Universitas Diponegoro. Produk ini mampu memproduksi ozon keluaran 300, 150 dan 50  gram/jam. Keluaran ozon ini cukup tinggi, “jika selama 1 jam dialirkan pada air sebanyak  350 liter maka bisa mencuci 500 kg lebih cabai, dan sayur mayur yang dapat dicuci”. Jelas Ika Kepala Laboratorium Plasma TI.  Industri ini didukung oleh alat-alat workshop dan SDM yang terampil. Sehingga produksi mesin bisa terpenuhi jika ada permintaan. Pada pertengahan bulan Mei 2017 PT. DIPO TECHNOLOGY telah melakukan serah terima 2 unit mesin D’OZONE keluaran 300 dan 150 gram/jam, dan 1 unit  Cold Storage kepada Bank Indonesia Jawa Tengah untuk ditempatkan di Desa Sumberrejo, Ngablak, Kab. Magelang. “hal ini penting, agar petani bisa menyimpan hasil panennya supaya kestabilan harga bisa dijaga” kata Mega, Deputi Direktur Bank Indonesia.

MENRISTEKDIKTI, Dr. Mohamad Nasir, Msi, Ak, Ph.D. (tengah), saat Peresmian Teaching Industry

“Mesin D’OZONE menggunakan teknologi plasma ramah lingkungan yang berfungsi untuk memperpanjang masa simpan sayur dan buah menjadi lebih tahan lama, meminimalisir pertumbuhan bakteri, virus dan jamur penyebab pembusukan pada sayur maupun buah serta mengurangi pestisida yang menempel pada sayur dan buah.  Teknologi ini juga bisa dipakai untuk memperpanjang masa simpan ikan,  dan daging. Ikan tidak harus disimpan pada suhu minus 18 derajat, tetapi bisa disimpan disuhu diatas nol derajat. Biaya operasional penyimpanan ikan bisa terpangkas setelah memakai D’OZONE”  ungkap Azwar Direktur PT. DIPO TECHNOLOGY.

Mesin D’Ozone

Belum ada Komentar untuk D’OZONE Produk Unggulan Teaching Industry UNDIP

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait D’OZONE Produk Unggulan Teaching Industry UNDIP

UNDIP Ciptakan Generator Ozone

T 9 July 2017 F A Ozone

Semarang – Banyak produk pertanian Indonesia membutuhkan sistem penyimpanan agar produk tetap segar hingga ke konsumen. Permanfaatan teknologi untuk memperpanjang masa simpan buah dan sayuran menjadi jalan keluar agar kualitas tetap terjaga. Center For Plasma Research, Fakultas Sains dan Matematika... Selengkapnya

UNDIP Kembangkan Teknologi Plasma, Perpanjang Masa Simpan Sayur dan Ikan

T 2 October 2017 F A Ozone

MAGELANG– Peneliti Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Muhammad Nur berhasil menemukan mesin D’Ozone. Mesin berteknologi plasma ini mampu memperpanjang masa simpan bahan makanan seperti daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Teknologi plasma ciptaan Muhammad Nur ini berhasil diaplikasikan Kelompok Tani Sayuran... Selengkapnya

Temuan Dosen Undip ini Bisa Atasi Kelangkaan Cabai

T 9 July 2017 F A Ozone

Semarang – Ahli fisika plasma dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Muhammad Nur, DEA menciptakan alat yang mampu menahan proses pembusukan produk pertanian selama 2 hingga 3 bulan dengan kandungan gizi dan kualitas yang tidak berubah. Alat tersebut dinilai cocok... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai produk kami.

Office:

Jl. Prof. Sudarto. Kompleks Pertokoan SPBU UNDIP, Lantai 2 No. 14 Tembalang, Semarang,
Kode Pos. 50275
D-Ozone.com  024-76402812
D-Ozone.com  0822.5424.1709
D-Ozone.com  info@d-ozone.com

Flag Counter

Tentang D’Ozone

D-Ozone.com

Mesin D’OZONE menggunakan TEKNOLOGI PLASMA ramah lingkungan berfungsi untuk memperpanjang masa simpan sayur dan buah menjadi lebih tahan lama. Meminimalisir pertumbuhan bakteri, virus dan jamur penyebab pembusukan pada sayur maupun buah, serta mengurangi pestisida yang menempel pada sayur dan buah.